Semakin meningkatnya kasus Covid-19 membuat
persediaan masker medis sebagai alat pelindung diri untuk mencegah penularan
dan penyebaran covid-19 makin hari makin berkurang. Padahal, masker medis
sangat dibutuhkan oleh tenaga kesehatan, untuk melindungi diri saat menangani
pasien Covid-19. Oleh karenanya, pemerintah menghimbau masyarakat untuk tidak
menggunakan atau mengurangi penggunaan masker medis, akan tetapi menggunakan
masker lainnya, seperti masker kain.
Seperti yang dapat dilihat salah satu jenis
masker yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia selain masker medis
(masker non medis) adalah masker kain. Namun apakah kualitas dari masker kain
ini sudah sama dengan masker medis? Sudahkah masker kain efektif melindungi
area wajah dari paparan virus? Apakah penggunaan masker kain dapat mengurangi
risiko penyebaran virus covid-19?
Pada 3 April 2020, CDC (Centers for Disease
Control and Prevention) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di U.S.
merekomendasikan penggunaan masker
kain, terutama di wilayah masyarakat
yang secara signifikan berisiko tinggi terhadap transmisi Covid-19). Masker
kain ini direkomendasikan sebagai penghalang sederhana untuk mencegah aerosol
pernapasan di udara terhirup oleh orang lain pada saat orang dengan infeksi
Covid-19 bersin, batuk, atau berbicara.
Memang benar efektivitas filtrasi masker
kain umumnya lebih rendah dari masker medis dan respirator. Namun, masker kain
mungkin memberikan perlindungan yang signifikan apabila diproduksi dengan baik dan dipakai secara
benar, sesuai panduan Kementerian Kesehatan. Hal yang sama pun diungkapkan oleh
tim peneliti dari Universitas Cambridge dan Universitas Northwestern bahwa
masker kain yang biasa diproduksi oleh usaha rumahan, dinyatakan memiliki efektifitas
lebih bila terdiri atas beberapa lapis kain. Beberapa lapis kain tersebut dapat
dijahit kuat dan diberikan bahan tambahan yang kaku seperti yang ada di kerah
baju. Namun, sayangnya hal ini juga membuat manusia semakin sulit untuk bernafas.
Jadi jika digunakan dengan benar, masker ini
tetap dapat mengurangi penyebaran virus Corona di masyarakat, terutama dari
orang yang terinfeksi virus namun tidak memiliki gejala apa pun. Mengenakan
masker kain dengan efisiensi filtrasi
yang lebih rendah mungkin masih
lebih baik daripada
tidak memakai masker sama sekali ketika berada pada sekelompok komunitas
dengan risiko transmisi yang tinggi
Menambahkan juga baru-baru ini tepatnya 17
Februari 2021, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for
Disease Control and Prevention (CDC) telah memperbaharui aturan mengenai cara
penggunaan masker yang efektif untuk menangkal virus Corona atau SARS-CoV-2.,
yaitu dengan menggunakan masker medis dilapisi masker kain. Dimana CDC
menyebutkan sebuah penelitian terbaru tersebut dilakukan di laboratorium dan
menemukan bahwa kombinasi masker ganda memberikan perlindungan yang jauh lebih
baik bagi pemakainya dan orang lain dibandingkan dengan hanya memakai masker
kain saja atau masker medis saja.
Sumber:
http://jurnal.poltekkesmamuju.ac.id/index.php/m/article/view/280/114
https://www.tribunnews.com/corona/2021/02/19/pemerintah-cdc-rekomendasikan-menggunakan-masker-medis-dilapisi-masker-kain?page=2